Jumat, 20 Februari 2015

Proses Pembuatan Karbon Aktif Dengan Cara Aktivasi Secara Kimia - Daftar Harga Karbon Aktif

 Proses Pembuatan Karbon Aktif Dengan Cara Aktivasi Secara Kimia - Daftar Harga Karbon Aktif

Proses Pembuatan Karbon Aktif Dengan Cara Aktivasi Secara Kimia - Daftar Harga Karbon Aktif

PROSES PEMBUATAN KARBON AKTIF DENGAN CAR AKTIVASI SECARA KIMIA
    Pada proses pembuatan karbon aktif menggunakan aktivasi secara kimia dierplukan bahan-bahan kimia yang sesuai dengan data dan referensi yang terfaktual. Salah satunya dalah dengan menggunakan bahan kimia yang bervariatif supaya hasil dan kualitas karbon aktif tinggi. Berikut tahapan-tahapan proses pembuatan karbon aktif yang diaktivasi menggunakan bahan kimia. Metode ini dilakukan dengan merendam bahan baku pada bahan kimia seperti H3PO4, ZnCl2, HCl, H2SO4, CaCl2, K2S, NaCl, dan lain-lain. (Juliandini dan Trihadiningrum, 2008). Arang aktif mengandung unsur selain karbon yang terikat secara kimiawi, yaitu hidrogen dan oksigen. Kedua unsur tersebut berasal dari bahan baku yang tertinggal akibat tidak sempurnanya karbonisasi atau dapat juga terjadi ikatan pada proses aktivasi. Adanya hidrogen dan oksigen mempunyai pengaruh yang besar pada sifat-sifat karbon aktif. Unsur unsur ini berkombinasi dengan unsur-unsur atom karbon membentuk gugus fungsional misalnya: gugus karboksilat, gugus hidroksifenol, gugus kuinon tipe karbonil, gugus normalakton, lakton tipe flueresence, asam karboksilat anhidrida dan peroksida siklis. ( Jankowski, et al; 1991).
    Bila karbon aktif sudah jenuh dengan uap bahan kimia atau warna yang diserap, maka uap itu lalu didorong keluar dengan uap pemanas, dikondensasi dan dikumpulkan lagi, atau warna yang diserap itu dapat dimusnahkan dan karbonnya dapat digunakan kembali. Contoh proses ini yang paling tua, dengan menggunakan karbon dekolorisasi yang disebut arang tulang (bone char), atau jelaga tulang (bone black). Bahan ini terdiri dari 10 % karbon yang diendapkan diatas rangka trikalsium fosfat dan dibuat dari tulang yang sudah bebas lemak yang dikarbonisasi di dalam retor pada suhu 750 sampai 950 oC. Suatu proses baru untuk regenerasi karbon aktif adalah suspensi atomisasi (atomized suspension) yang menyangkut pembuatan bubur dari serbuk karbon bekas pakai dengan air dan mengatomisasikan bubur itu di dalam ruang bebas oksigen dan memanaskannya sampai suhu diatas 650 oC agar pengotorpengotor yang terserap terpirolisis. (Austin, 1996).
Dalam aplikasi karbon aktif baik yang digunakan sebagai media adsorbsi, pemberat atau media filtrasi dengan titik injeksi tertentu, maka kriteria desain titik pembubuhan arang  aktif perlu diperhatikan, yaitu :
1.    Arang  yang terdapat didalam kantong langsung dimasukkan kedalam tangki penyimpanan dan dicampur dengan air untuk disiapkan menjadi larutan yang mengandung 0,1 kg karbon aktif bubuk per 1 liter larutan. Lebih baik lagi apabila suatu instalasi memiliki 2 tangki larutan, maka persediaan larutan karbon aktif untuk dibubuhkan dapat ditempatkan dalam 2 tangki, jika larutan didalam satu tangki sudah kosong, maka sudah tersedia larutan didalam tangki yang lain untuk dibubuhkan, tanpa harus menunggu persiapan larutan arang  aktif yang baru.
2.    Agitator mekanik harus disediakan dalam tangki penyimpanan untuk menjaga larutan karbon aktif tetap gtersuspensih didalam larutan atau menjaga larutan agar tidak memadat.
3.    Larutan biasanya dipompakan kedalam tangki yang menampung sejumlah larutan dan akan diumpankan untuk lebih dari beberapa jam berikutnya. Tangki tersebut harus mudah dibersihkan dan dipelihara. Tangki ini harus mempunyai lapisan anti karat seperti cat epoxy atau bitumastik untuk melindunginya dari pengkaratan.
4.    Pipa pembawa larutan karbon aktif bubuk harus dipasang menurun/landai menuju tempat pembubuhan, dengan perlengkapan untuk mendorong karbon yang mungkin mengendap dan menyumbat didalam pipa. Pipa harus terbuat dari bahan bebas karat dan bebas erosi seperti karet, plastik, dan besi baja. Pendorong pipa dan mata pisau pencampur dalam tangki penyimpanan dan tangki harus terbuat dari besi baja untuk menahan karat dan erosi.
5.    Masalah yang paling umum dalam pengoperasian karbon aktif bubuk adalah penanganan bahan kimia. Karena berbentuk bubuk, maka debu merupakan masalah utama, khususnya jika sistem pencampuran kering digunakan.
6.    Jika karbon aktif bubuk digunakan secara terus menerus atau jika sejumlah besar digunakan dalam waktu tertentu, pengalihan ke sistem basah harus dipertimbangkan.
7.    Pada instalasi pengolahan air, karbon aktif yang mengalir melewati saringan dan memasuki sistem distribusi dapat menghasilkan gair hitamh. Air hitam biasanya disebabkan oleh koagulasi yang tidak sempurna atau dosis karbon aktif yang tinggi ditambahkan sesaat sebelum penyaringan. Untuk memecahkan masalah tersebut, titik pembubuhan harus dipindahkan ke sistem penyadap air baku atau ke dalam bak pengadukan cepat.

Untuk info dan pemesanan hubungi :

022-7239019
0821 4000 2080
0856 2476 9005
0857 2352 9677
0813 2259 9149


Pin BB: 29d2de88
              32dbbfbo


e-Mail:
adywater@gmail.com
adysaputro23@ymail.com


Kantor :

Surabaya :

Jalan S. Parman IVA No.8 Waru Sidoarjo  ( Depan Pendopo Lama Waru Sidoarjo ) Daerah Belakang R.S Mitra Keluarga Waru Sidoarjo (Telp : 081330447814 )

Jakarta:
Jalan Kemanggisan Pulo 1, No. 6, RT: 01 Rw: 08 Kelurahan Pal Merah, Kecamatan Pal Merah. Jakarta Barat Kode Pos: 11480

Bandung:

Jalan Mande Raya Bo 26, Cikadut, Cicaheum Kota Bandung

Kamis, 19 Februari 2015

Jual Membran Ro Di Sidoarjo - Jual Membran Ro

 Jual Membran Ro Di Sidoarjo - Jual Membran Ro

Jual Membran Ro Di Sidoarjo - Jual Membran Ro

APLIKASI TEKNOLOGI OSMOSIS BALIK UNTUK MEMENUHI  KEBUTUHAN AIR MINUM  DI KAWASAN PESISIR ATAU PULAU TERPENCIL
(Resume Jurnal)
    Teknologi pengolah air asin menjadi air tawar ada bermacam-macam jenisnya. Saat ini untuk mengolah air asin dikenal dengan cara destilasi, pertukaran ion, elektrodialisis, dan osmosa balik. Masing-masing teknologi mempunyai keunggulan dan kelemahan. Pemanfaatan teknologi pengolahan air asin harus disesuaikan dengan konsidi air baku, biaya yang tersedia, kapasitas dan kualitas yang diinginkan oleh pemakai air. Di antara berbagai macamteknologi tersebut yang banyak dipakai adalah teknologi destilasi dan osmosa balik. Teknologi destilasi umumnya banyak dipakai ditempat yang mempunyai energi terbuang (pembakaran gas minyak pada kilang minyak), sehingga dapat menghemat biaya operasi dan skala produksinya besar (>500 m3/hari). Sedangkan teknologi osmosa balik banyakdipakai dalamskala yang lebih kecil.
    Keunggulan (advantage) teknologi membran osmosa balik (reverse osmosis) adalah kecepatannya  dalam memproduksi air, karena menggunakan tenaga pompa. Kelemahannya adalah penyumbatan pada selaput membran oleh bakteri dan kerak kapur atau fosfat yang umum terdapat dalamair asin atau laut. Untuk mengatasi kelemahannya pada unit pengolah air osmosa balik selalu dilengkapi dengan unit anti pengerakkan dan anti penyumbatan oleh bakteri. Sistemmembran reverse yang dipakai dapat berupa membran dan mampu menurunkan kadar garamhingga 95-98%. Air hasil olahan sudah bebas dari bakteri dan dapat langsung diminum.Air asin atau air payau adalah larutan yang mengandung beberapa jenis zat terlarut seperti garam-garam, yang jumlahnya rata-rata 3 sampai  4,5 %. Desalinasi berarti pemisahan air tawar dari air asin. Metoda yang digunakan pada proses ini disebut desalinasi air asin.
    Dalam pemisahan air tawar dari air asin, ada beberapa teknologi proses desalinasi yang telah banyak dikenal antara lain, yakni porses distilasi atau penguapan, teknologi proses dengan menggunakan membran, proses pertukaran ion dll.Proses  desalinasi dengan cara distilasi adalah pemisahan air tawar dengan cara merubah phase air, sedangkan pada proses dengan membran yakni pemisahan air  tawar  dari air laut dengan cara pemberian  tekanan dan menggunakan membran reverse osmosis atau dengan cara elektrodialisa.Pada  proses desalinasi, air laut dipanaskan untuk menguapkan air laut dan kemudian  uap air yang dihasilkan dikondensasi untuk memperoleh air tawar. Proses ini menghasilkan air tawar yang sangat tinggi tingkat kemurniannya dibandingkan dengan proses lain. Air laut mendidih pada 100 oC pada tekanan atmosfir, namun dapat mendidih di bawah 100 oC apabila tekanan diturunkan.
    Penguapan air memerlukan panas penguapan yang tertahan pada uap air yang terjadi sebagai panas laten. Apabila uap air dikondensasi maka panas laten akan dilepaskan yang dapat dimanfaatkan untuk pemanasan awal air laut. Korosi (karat) sudah tentu  akan merusak peralatan dan perpipaan, yang dapat mengakibatkan sistem pengolahan tidak dapat beroperasi,  yang  kemudian akan meghabiskan biaya dan waktu yang tidak sedikit pada saat perbaikan. Produksi air akan terhenti pada periode itu. Oleh karena itu pemilihan bahan merupakan hal yang sangat penting.  Proses desalinasi telah bertahun-tahun dan telah dihasilkan beberapa perbaikan. Masalah yang biasa timbul pada semua jenis sistem distilasisi adalah kerak dan karat pada peralatan. Apabila terjadi kerak pada tube penukar panas evaporator maka efisiensi panas dan produksi air tawar akan  berkurang. Pengolahan desalinasi harus diberhentikan untuk pembersihan tube (tabung) dengan asam. Penerapan pengolahan yang efektif sangat diperlukan

Untuk info dan pemesanan hubungi :

022-7239019
0821 4000 2080
0856 2476 9005
0857 2352 9677
0813 2259 9149

Pin BB: 29d2de88
              32dbbfbo


e-Mail:

adywater@gmail.com
adysaputro23@ymail.com


Kantor :

Surabaya :

Jalan S. Parman IVA No.8 Waru Sidoarjo  ( Depan Pendopo Lama Waru Sidoarjo ) Daerah Belakang R.S Mitra Keluarga Waru Sidoarjo (Telp : 081330447814 )

Jakarta:
Jalan Kemanggisan Pulo 1, No. 6, RT: 01 Rw: 08 Kelurahan Pal Merah, Kecamatan Pal Merah. Jakarta Barat Kode Pos: 11480

Bandung:

Jalan Mande Raya Bo 26, Cikadut, Cicaheum Kota Bandung

Jual Zeolit Eceran - Jual Pasir Zeolit Untuk Hamster

Jual Zeolit Eceran - Jual Pasir Zeolit Untuk Hamster

Jual Zeolit Eceran - Jual Pasir Zeolit Untuk Hamster

Jual Zeolit Eceran - Jual Pasir Zeolit Untuk Hamster

Untuk memperoleh zeolit dengan kemampuan tinggi diperlukan beberapa pengolahan, antara lai:

Tahap Pertama Preparasi

    Tahap ini bertujuan untuk memperoleh ukuran produk yang sesuai dengan tujuan penggunaannya. Tahapan preparasi zeolit pertama-tama akan dilakukan pembersihan kotoran yang melekat pada bongkahan batuan zeolit, kemudian tahap penghancuran (crushing), yakni bongkahan batuan zeolit yang berukuran besar dipecah-pecahkan menjadi ukuran yang lebih kecil sehingga mudah dihancurkan di dalam ball mill (alat penggiling).  Tahapan selanjutnya adalah penggerusan (grinding) untuk memperoleh material zeolit yang lebih halus sesuai keperluan. Kemudian dilakukan pengayakan, biasanya menggunakan alat gthe tyker standard screenh untuk mendapatkan material zeolit dengan ukuran mesh tertentu.

Tahap Kedua Aktivasi

    Proses ini bertujuan meningkatkan sifat-sifat khusus zeolit dengan cara menghilangkan unsur-unsur pengotor (impurities) dan menguapkan air yang terperangkap dalam pori-pori zeolit. Ada 2 cara yang umum digunakan dalam proses aktivasi zeolit, yaitu aktivasi secara fisik dan secara kimia. Aktivasi secara fisik dilakukan dengan cara pemanasan pada suhu 200-400 derajat Celcius selama 2-3 jam untuk menghilangkan molekul-molekul air yang terperangkap di dalam pori-pori kristal zeolit. 
Aktivasi secara kimia melalui proses destruksi dengan menggunakan pereaksi HCl, NaOH atau H2SO4 untuk menghilangkan zat-zat pengotor berupa logam-logam alkali dan alkali tanah serta beberapa jenis logam lainnya yang terdapat di dalam kerangka zeolit.

Tahap Ketiga Modifikasi

    Proses modifikasi dimaksudkan untuk mengubah sifat permukaan zeolit alam dengan cara melapiskan polimer organik (sintesis dan alamiah) pada zeolit tersebut. Modifikasi struktur zeolit dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain: modifikasi melalui proses pertukaran kation (cation exchange), pengadsorpsi molekul-molekul polar, modifikasi kerangka zeolit dan sebagainya.

    Secara umum, ada tiga proses aktivasi yang bisa dilakukan terhadap zeolit alam, yaitu aktivasi secara fisis dengan pemanasan, aktivasi secara kimia dengan asam dan aktivasi secara kimia dengan basa. Proses aktivasi dengan panas dapat dilakukan pada suhu antara 200-400 0C selama beberapa jam. Sementara aktivasi dengan  basa  dapat  dilakukan  dengan  larutan  NaOH,  dimana  penurunan rasio Si/Al akan  terjadi  pada  aktivasi  dengan  pH  tinggi. Aktivasi zeolit alam  Turki  dengan  menggunakan  larutan  HCl  pada  berbagai konsentrasi dan suhu memberikan hasil bahwa aktivasi dengan HCl menyebabkan terjadinya  proses  dealuminasi  zeolite.

    Dari proses aktivasi zeolit baik secara  asam  maupun  basa,  diperoleh  hasil  bahwa zeolit yang diaktivasi dengan basa akan menjadi lebih polar bila dibandingkan dengan zeolit yang diaktivasi dengan  asam. Perlakuan  dengan  asam  terhadap zeolit juga terbukti akan menyebabkan zeolit menjadi lebih hidrofob sehingga daya adsorpsinya  terhadap air akan  berkurang. Semakin  tinggi konsentrasi asam yang digunakan maka daya adsorpsi zeolit terhadap uap air menjadi semakin kecil.

Untuk info dan pemesanan hubungi :

022-7239019
0821 4000 2080
0856 2476 9005
0857 2352 9677
0813 2259 9149

Pin BB: 29d2de88
              32dbbfbo


e-Mail:

adywater@gmail.com
adysaputro23@ymail.com

Kantor :

Surabaya :

Jalan S. Parman IVA No.8 Waru Sidoarjo  ( Depan Pendopo Lama Waru Sidoarjo ) Daerah Belakang R.S Mitra Keluarga Waru Sidoarjo (Telp : 081330447814 )

Jakarta:
Jalan Kemanggisan Pulo 1, No. 6, RT: 01 Rw: 08 Kelurahan Pal Merah, Kecamatan Pal Merah. Jakarta Barat Kode Pos: 11480

Bandung:

Jalan Mande Raya Bo 26, Cikadut, Cicaheum Kota Bandung